by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Selain Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival yang sudah mendunia, kalender Banyuwangi Festival ternyata masih menyimpan banyak event menarik lainnya sepanjang tahun. Mulai dari ajang balap sepeda internasional hingga ritual budaya nelayan, berikut adalah 3 rekomendasi festival tahunan di Banyuwangi yang tak kalah memukau dan bisa melengkapi liburan Anda.
1. Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI): Balap Sepeda Bertaraf Internasional
Bagi Anda pecinta olahraga, Tour de Banyuwangi Ijen menjadi salah satu agenda tahunan yang paling dinantikan. Event ini menawarkan kombinasi unik antara kompetisi olahraga dan keindahan alam Banyuwangi.
Masuk Kalender Federasi Sepeda Internasional
TDBI merupakan ajang balap sepeda yang sudah masuk dalam kalender resmi Federasi Sepeda Internasional (UCI), sehingga menghadirkan atlet-atlet dari berbagai negara untuk berlaga di Banyuwangi. Prestasi ini menempatkan Banyuwangi di peta dunia sebagai destinasi olahraga bergengsi.
Rute yang Menantang dan Spektakuler
Para pembalap akan melintasi rute-rute ikonik Banyuwangi, termasuk kawasan pegunungan menuju Kawah Ijen. Penonton bisa menikmati kombinasi olahraga dan pemandangan alam sekaligus, menjadikan pengalaman menonton balap sepeda terasa lebih istimewa.
Digelar Setiap Akhir Juli
Event ini biasanya digelar pada akhir Juli, menjadikannya waktu yang pas untuk menyaksikan aksi para pembalap sekaligus menikmati suasana pegunungan Banyuwangi yang sejuk. Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer balap internasional, TDBI adalah pilihan yang tepat.
2. Jazz Gunung Ijen: Konser Musik di Tengah Alam Pegunungan
Bagi pecinta musik, Jazz Gunung Ijen menawarkan pengalaman menonton konser yang benar-benar berbeda dari biasanya. Perpaduan antara alunan musik jazz dan panorama alam menciptakan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain.
Konser di Tengah Alam Pegunungan
Berbeda dari konser jazz pada umumnya, event ini digelar di tengah suasana alam terbuka dekat kawasan Ijen. Hal ini menciptakan perpaduan unik antara musik dan panorama pegunungan yang hijau serta udara yang sejuk.
Menghadirkan Musisi Ternama
Jazz Gunung Ijen kerap menghadirkan musisi jazz ternama tanah air, menjadikannya salah satu festival musik yang dinanti para penikmat jazz dari berbagai daerah. Kualitas pertunjukan yang tinggi menjadi daya tarik utama festival ini.
Suasana yang Syahdu dan Intim
Kombinasi udara sejuk pegunungan, alunan musik jazz, dan suasana malam yang syahdu membuat festival ini terasa lebih intim dibanding konser musik pada umumnya. Pengalaman mendengarkan musik di tengah alam terbuka memberikan sensasi tersendiri yang tak terlupakan.
3. Barong Ider Bumi: Ritual Adat Penuh Makna dari Masyarakat Osing
Bagi Anda yang tertarik dengan sisi sejarah dan tradisi tolak bala masyarakat Osing, Barong Ider Bumi menjadi ritual adat yang sarat makna dan wajib disaksikan. Event ini adalah perwujudan nyata kearifan lokal yang masih lestari di Banyuwangi.
Ritual Bersejarah Sejak Tahun 1840-an
Tradisi ini bermula dari wabah penyakit dan gagal panen yang melanda Desa Kemiren sekitar tahun 1840-an. Warga kemudian meminta petunjuk leluhur yang dipercaya bernama Buyut Cili sebagai pelindung desa, sehingga terciptalah ritual Barong Ider Bumi yang terus dilestarikan hingga kini.
Arak-Arakan Barong Keliling Desa
Setiap 2 Syawal atau hari kedua Idul Fitri, tiga Barong Osing diarak berkeliling Desa Kemiren sejauh sekitar 2 km. Arak-arakan ini diiringi tembang macapat serta ritual sembur uthik-uthik, yaitu menebarkan ratusan koin logam bercampur beras kuning dan bunga sebagai simbol penolak bala.
Ditutup dengan Kenduri Massal
Rangkaian ritual diakhiri dengan kenduri massal di sepanjang jalan desa. Warga dan wisatawan menyantap bersama pecel pitik, kuliner khas yang selalu hadir dalam setiap ritual sakral di Desa Kemiren. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa dalam momen ini.
Tips Menonton Festival di Banyuwangi
Agar pengalaman Anda maksimal saat menyaksikan festival-festival ini, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Cek jadwal resmi Banyuwangi Festival (B-Fest) setiap tahunnya karena tanggal pelaksanaan bisa berubah
-
Datang lebih awal untuk mendapatkan posisi menonton yang nyaman, terutama untuk event dengan penonton ramai seperti TDBI
-
Siapkan kamera dengan baterai penuh, karena setiap event punya banyak momen visual yang sayang dilewatkan
-
Hormati prosesi ritual, khususnya saat menyaksikan Barong Ider Bumi yang sarat nilai budaya dan spiritual
Waktu Terbaik Berkunjung
Sebagian besar event ini terkonsentrasi di pertengahan tahun, terutama sekitar bulan Juli. Periode ini menjadi waktu yang pas untuk merencanakan kunjungan sambil menyaksikan beberapa festival sekaligus dalam satu perjalanan.
Dari adrenalin balap sepeda internasional, syahdunya musik jazz di tengah pegunungan, hingga khidmatnya arak-arakan Barong Ider Bumi, ketiga festival tahunan ini menunjukkan betapa kayanya kalender wisata Bumi Blambangan sepanjang tahun. Selamat menikmati festival-festival seru di Banyuwangi!
by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Buat kamu yang ingin liburan lebih memacu adrenalin, Banyuwangi punya satu destinasi arung jeram andalan yang wajib dicoba, yaitu Kali Badeng di Kecamatan Songgon. Berikut ulasan lengkap tentang rafting di Kali Badeng, lengkap dengan pilihan operator yang bisa kamu pilih untuk liburan di Banyuwangi-mu.
Kenapa Kali Badeng Jadi Andalan Rafting Banyuwangi?
Kali Badeng merupakan sungai pertama yang menerima aliran air dari Gunung Raung, sehingga airnya terkenal segar dan jernih sepanjang tahun. Keistimewaan inilah yang menjadikannya lokasi rafting favorit di Banyuwangi.
Arus yang Menantang tapi Ramah Keluarga
Sungai ini memiliki kedalaman sekitar 50 cm, meski di beberapa titik tertentu kedalamannya bisa mencapai 2-3 meter. Arusnya cukup deras dengan bebatuan muda yang tidak tajam, sehingga cocok untuk kategori fun rafting yang aman dinikmati bersama keluarga maupun anak-anak. Pengalaman menyusuri jeram di sini terasa seru tanpa harus khawatir akan risiko yang berlebihan.
Dikelilingi Hutan Pinus yang Sejuk
Untuk mencapai titik keberangkatan rafting, wisatawan akan melintasi kawasan hutan pinus Songgon yang teduh dan berudara segar. Perjalanan menuju lokasi saja sudah menjadi pengalaman tersendiri sebelum akhirnya basah-basahan menyusuri jeram Kali Badeng.
Pilihan Operator Rafting di Kali Badeng
Karena aliran Kali Badeng cukup panjang dan melewati beberapa titik wisata di Songgon, ada beberapa operator lokal yang mengelola kegiatan rafting di sungai ini. Masing-masing menawarkan fasilitas dan rute yang sedikit berbeda, sehingga kamu bisa memilih sesuai kebutuhan.
1. Kalisawah Adventure
Kalisawah Adventure menawarkan paket rafting yang dipadukan dengan aktivitas lain seperti camping, outbound, dan paintball. Operator ini cocok untuk kegiatan keluarga, sekolah, maupun gathering kantor dalam satu lokasi. Dengan paket lengkap, liburanmu terasa lebih beragam dan tidak membosankan.
2. X-Badeng Rafting Adventure
Operator ini fokus pada susur sungai dengan beragam pilihan alat. Mulai dari rafting, river tubing, hingga river boarding, semuanya tersedia di sini. Buat kamu yang ingin mencoba variasi wahana air selain perahu karet biasa, X-Badeng Rafting Adventure adalah pilihan yang tepat.
3. Badeng Outbound & Rafting
Berlokasi di Sumberagung, Songgon, operator ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Mereka menyediakan paket lengkap mulai dari outbound, arung jeram, hingga paintball. Warung makan juga tersedia di sekitar lokasi, sehingga kamu tidak perlu khawatir soal perut lapar setelah puas bermain air.
Tips Rafting di Kali Badeng
Agar pengalaman arung jerammu maksimal dan aman, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Pilih paket sesuai jarak tempuh, biasanya tersedia rute 5 km maupun 7 km dengan tingkat keseruan yang berbeda. Sesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang kamu miliki.
-
Gunakan pelampung dan helm yang disediakan operator demi keselamatan selama rafting. Jangan abaikan perlengkapan keamanan ini meskipun arus terlihat ramah.
-
Datang pagi hari agar bisa menyelesaikan rangkaian rafting sebelum siang. Jadwal briefing dan keberangkatan biasanya dimulai pukul 08.00-09.00, jadi rencanakan perjalananmu dengan baik.
-
Bawa baju ganti dan sandal, karena kamu dipastikan akan basah kuyup selama kegiatan berlangsung. Jangan lupa juga membawa tas kedap air untuk barang-barang berharga.
Waktu Terbaik Berkunjung
Musim kemarau antara April hingga Oktober menjadi waktu paling ideal untuk rafting di Kali Badeng. Debit air lebih stabil dan aman untuk dilalui dibanding musim hujan yang berisiko membuat arus terlalu deras. Pilihlah waktu yang tepat agar pengalaman raftingmu menyenangkan dan aman.
Dengan arus yang menantang namun tetap ramah keluarga, serta beberapa pilihan operator yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu, rafting di Kali Badeng ini menjadi salah satu aktivitas wajib coba buat kamu yang mencari liburan penuh adrenalin di Bumi Blambangan. Selamat berpetualang!
by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Banyuwangi memang dikenal sebagai “The Sunrise of Java”, tapi bukan berarti kota ini kalah dalam urusan sunset. Beberapa destinasi wisatanya justru menawarkan panorama matahari terbenam yang tak kalah memukau. Berikut adalah 2 rekomendasi spot sunset di Banyuwangi yang wajib masuk daftar liburan Anda.
1. Pantai Pulau Merah: Senja Dramatis di Ujung Selatan Banyuwangi
Kalau ada satu alasan kenapa orang rela berkendara jauh ke selatan Banyuwangi, jawabannya adalah sunset di Pulau Merah. Pantai ini menyuguhkan pengalaman menyaksikan matahari terbenam yang sulit dilupakan.
Posisi Pantai yang Ideal
Pantai ini menghadap ke selatan dan sedikit condong ke barat, sehingga sudut pandang matahari terbenamnya terlihat sangat bersih tanpa banyak penghalang. Posisi strategis ini menjadikan Pulau Merah sebagai salah satu spot sunset terbaik di Banyuwangi.
Gradasi Langit Jingga dan Ungu
Menjelang sore, langit di Pulau Merah berubah menjadi gradasi warna jingga dan ungu yang memukau. Pemandangan ini menciptakan latar foto yang dramatis dengan siluet bukit kecil kemerahan di tengah laut, menjadikannya surga bagi para fotografer.
Waktu Terbaik Menikmati Sunset
Waktu paling ideal untuk menyaksikan sunset di sini biasanya sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 WIB, meski bisa sedikit berbeda tergantung musim. Datanglah lebih awal untuk mendapatkan posisi terbaik sebelum keramaian tiba.
2. Pantai Boom: Sunset Santai di Tengah Kota Banyuwangi
Dulunya merupakan pelabuhan yang ramai, kini Pantai Boom menjadi tempat favorit warga lokal maupun wisatawan untuk menikmati sore. Keistimewaannya terletak pada akses yang mudah dan suasana yang santai.
Lokasi Strategis di Pusat Kota
Berbeda dari Pulau Merah yang butuh perjalanan cukup jauh, Pantai Boom berada di pusat Kota Banyuwangi. Lokasinya yang sangat praktis membuat pantai ini bisa dikunjungi tanpa perlu waktu tempuh lama, cocok untuk healing singkat setelah seharian beraktivitas.
Sunset Sambil Kulineran
Selain menikmati pemandangan matahari terbenam, wisatawan juga bisa sekaligus mencicipi kuliner khas Banyuwangi di warung-warung sekitar pantai. Aktivitas ini menjadi pengalaman bersantap sore yang menyenangkan sambil menunggu momen sunset tiba.
Cocok untuk Santai Sore Hari
Suasana yang santai dan akses yang mudah membuat Pantai Boom jadi pilihan tepat untuk melepas penat tanpa perlu keluar kota. Suara ombak yang tenang berpadu dengan angin sore menciptakan atmosfer yang menenangkan.
Tips Berburu Sunset di Banyuwangi
Agar momen sunset Anda maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Datang sekitar 30-45 menit sebelum waktu matahari terbenam untuk mendapatkan posisi terbaik dan menyaksikan seluruh proses perubahan warna langit
-
Cek kondisi cuaca dan langit sebelum berangkat, karena langit yang cerah akan menghasilkan gradasi warna yang lebih dramatis dan memukau
-
Siapkan kamera atau smartphone dengan kualitas baik agar momen sunset bisa diabadikan dengan maksimal, jangan sampai kehabisan baterai di momen terbaik
-
Kalau memilih Pulau Merah, datang lebih sore karena perjalanan dari pusat kota memakan waktu sekitar 2 jam. Rencanakan waktu perjalanan dengan matang
Waktu Terbaik Berkunjung
Musim kemarau antara April hingga Oktober menjadi waktu paling ideal untuk berburu sunset di Banyuwangi. Pada periode ini, langit cenderung cerah tanpa banyak awan yang menghalangi pemandangan matahari terbenam. Pilihlah waktu yang tepat agar pengalaman menikmati sunset-mu benar-benar sempurna.
Dari gradasi jingga yang dramatis di Pulau Merah hingga suasana santai sambil kulineran di Pantai Boom, kedua spot sunset terbaik di Banyuwangi ini membuktikan bahwa kota “Sunrise of Java” ini juga punya senja yang tak kalah memukau. Selamat berburu sunset di Bumi Blambangan!
by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Setelah seharian menjelajahi Kawah Ijen atau menikmati deburan ombak di Pantai Pulau Merah, tidak ada penutup hari yang lebih pas selain menyantap kuliner malam khas Banyuwangi. Banyak tempat makan di sini sudah berdiri puluhan tahun dan tetap mempertahankan resep tradisionalnya. Berikut adalah 4 rekomendasi kuliner malam di Banyuwangi yang siap menemani malam liburan Anda.
1. Sego Tempong: Sensasi Sambal yang “Menampar” Lidah
Sego Tempong adalah hidangan tradisional Banyuwangi yang paling ikonik dan wajib masuk daftar wisata kuliner malam. Nama dan rasanya sudah terkenal di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sensasi Sambal yang “Menampar”
Dalam bahasa Osing, “tempong” berarti tamparan, menggambarkan sensasi pedas sambalnya yang benar-benar menampar lidah sejak suapan pertama. Bagi pecinta pedas, hidangan ini adalah surga yang wajib dicoba.
Lauk yang Melimpah
Satu porsi Sego Tempong biasanya terdiri dari nasi hangat, aneka lauk seperti ayam goreng atau ikan, serta sayuran rebus segar seperti bayam dan kenikir. Perpaduan ini menciptakan cita rasa yang lengkap dan mengenyangkan.
Mudah Ditemukan di Malam Hari
Warung Sego Tempong tersebar di banyak sudut kota, mulai dari warung sederhana pinggir jalan hingga rumah makan yang lebih besar. Kemudahan akses ini membuatnya bisa dinikmati kapan pun rasa lapar datang di malam hari.
2. Pindang Koyong: Hidangan Berkuah Asam yang Menyegarkan
Buat pecinta hidangan berkuah segar, Pindang Koyong menjadi salah satu kuliner khas Banyuwangi yang wajib dicoba. Kelezatannya sudah teruji oleh waktu dan menjadi favorit banyak orang.
Kuah Asam Segar dari Belimbing Wuluh
Ciri khas Pindang Koyong terletak pada kuahnya yang segar dan sedikit asam, berasal dari campuran belimbing wuluh. Sensasi rasa asam, gurih, sekaligus menyegarkan ini sulit ditemukan di hidangan lain.
Ikan Laut Bertekstur Padat
Hidangan ini biasanya menggunakan ikan tenggiri atau ikan tongkol, dipilih karena teksturnya yang padat dan tidak mudah hancur saat dimasak dengan kuah pindang. Setiap suapan memberikan kepuasan tersendiri.
Cocok Dinikmati Hangat di Malam Hari
Perpaduan rasa asam, gurih, dan segar dari Pindang Koyong membuatnya jadi menu yang pas dinikmati hangat-hangat. Setelah lelah beraktivitas seharian, kuah segar ini terasa seperti penyegar yang menyembuhkan.
3. Rujak Soto: Perpaduan Unik yang Hanya Ada di Banyuwangi
Perpaduan unik antara rujak dan soto ini hanya bisa ditemukan di Banyuwangi, menjadikannya kuliner malam yang wajib dicicipi. Kreativitas kuliner masyarakat lokal patut diacungi jempol.
Kombinasi Rasa yang Tak Biasa
Rujak Soto menggabungkan rujak sayur dengan bumbu kacang pedas dan kuah soto daging yang gurih. Sensasi rasa pedas, gurih, dan segar dalam satu mangkuk ini menciptakan pengalaman bersantap yang tak terlupakan.
Beragam Varian Pilihan
Selain Rujak Soto Daging, wisatawan juga bisa memilih varian lain seperti Rujak Soto Babat, Rujak Soto Ayam, hingga Rujak Lontong. Keberagaman pilihan ini memungkinkan Anda mencoba sesuai selera masing-masing.
Harga yang Ramah di Kantong
Dengan harga sekitar Rp 25.000 per porsi, hidangan unik ini bisa dinikmati tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam. Nikmatnya rasa berpadu dengan harga yang bersahabat.
4. Sego Semanggi: Keotentikan Kuliner Pedesaan yang Jarang Ditemui
Buat kamu yang mencari kuliner malam yang lebih otentik dan jarang ditemukan di luar Banyuwangi, Sego Semanggi jadi jawabannya. Hidangan ini menghadirkan cita rasa pedesaan yang autentik.
Perpaduan Semanggi dan Sambal Sereh
Hidangan ini menyajikan nasi hangat dengan daun semanggi kukus, dipadukan dengan sambal sereh yang segar dan pedas. Rasa yang unik dan jarang ditemui di daerah lain ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kuliner.
Lauk Pedesaan yang Melimpah
Sego Semanggi biasanya dilengkapi lauk khas pedesaan seperti belut goreng, ikan wader goreng, pepes ayam, hingga dadar jagung. Kelengkapan lauk ini menjadikannya hidangan yang mengenyangkan sekaligus otentik.
Primadona Baru di Banyuwangi
Salah satu warung yang paling direkomendasikan adalah Sego Semanggi Mbok Rewel di Bakungan. Tempat ini belakangan menjadi primadona baru dan ramai dikunjungi anak muda maupun wisatawan yang ingin merasakan keaslian kuliner Banyuwangi.
Tips Berburu Kuliner Malam di Banyuwangi
Agar pengalaman wisata kulinermu maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Siapkan toleransi terhadap rasa pedas, karena sebagian besar kuliner khas Banyuwangi identik dengan sambal yang cukup menantang. Jangan ragu meminta level pedas yang sesuai dengan kemampuanmu
-
Datang lebih awal ke warung legendaris seperti Sego Semanggi Mbok Rewel, karena biasanya ramai pengunjung menjelang malam. Antrean panjang sering terjadi di tempat favorit
-
Tanyakan kepada penduduk lokal untuk rekomendasi warung otentik, karena mereka biasanya tahu tempat terbaik yang jarang diketahui wisatawan
-
Siapkan uang tunai, karena beberapa warung kecil di Banyuwangi belum menerima pembayaran nontunai. Ini penting agar pengalaman kuliner mu tidak terganggu
Waktu Terbaik Berburu Kuliner Malam
Sebagian besar warung kuliner malam di Banyuwangi mulai ramai sejak sore hari hingga larut malam. Kamu punya banyak waktu untuk mencicipi beberapa hidangan sekaligus dalam satu malam, sehingga bisa menikmati berbagai varian rasa yang ditawarkan.
Dari sambal yang menampar lidah, kuah pindang asam segar, perpaduan rujak dan soto yang unik, hingga sego semanggi dengan lauk pedesaan yang otentik, keempat kuliner malam wajib coba ini siap menyempurnakan pengalaman liburanmu di Bumi Blambangan. Selamat berburu kuliner!
by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Banyuwangi bukan cuma soal Kawah Ijen atau festival budayanya. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga punya banyak pilihan camping ground keren, mulai dari kaki gunung berapi hingga hutan pinus yang sejuk. Buat kamu yang hobi menjelajah outdoor, berikut adalah 4 rekomendasi spot camping di Banyuwangi yang lagi hits dan cocok untuk liburan bareng teman atau keluarga.
1. Pos Paltuding, Kawah Ijen: Camping di Gerbang Menuju Blue Fire
Buat kamu yang ingin camping sekaligus mendapatkan pengalaman lebih dari sekadar berkemah biasa, area Pos Paltuding di kaki Kawah Ijen bisa jadi pilihan yang paling “worth it”. Lokasi ini menawarkan pengalaman bermalam yang tak terlupakan.
Camping di Gerbang Menuju Blue Fire
Pos Paltuding menawarkan area camping yang luas tepat di titik awal pendakian Kawah Ijen. Wisatawan bisa mendirikan tenda dan beristirahat sebelum memulai pendakian dini hari untuk melihat fenomena blue fire yang mendunia. Posisi strategis ini menjadikannya favorit para pendaki.
Panorama Pegunungan yang Megah
Dikelilingi jejeran pegunungan, suasana di Pos Paltuding terasa sejuk sekaligus dramatis. Apalagi saat kabut tipis mulai turun menjelang malam, menciptakan atmosfer yang misterius dan menenangkan bagi para pencinta alam.
Fasilitas Pendukung yang Memadai
Meski berada di kawasan pegunungan, lokasi ini sudah dilengkapi fasilitas dasar seperti toilet, musala, area parkir, dan warung. Kenyamanan ini membuatmu tetap betah bermalam sebelum memulai petualangan mendaki Kawah Ijen.
2. Ijen Sky Light: Nongkrong di Atas Awan dengan Konsep Glamping
Berada di kawasan Gantasan, jalur menuju Kawah Ijen, Ijen Sky Light jadi salah satu spot camping paling hits yang lagi ramai diperbincangkan wisatawan. Konsepnya yang modern dan instagramable menjadi daya tarik tersendiri.
Konsep Nongkrong di Atas Awan
Berada di ketinggian sekitar 1000 mdpl, tempat ini menawarkan sensasi menikmati kopi hangat sambil memandang siluet Gunung Ijen dan lautan kabut yang bergulung di bawahnya. Pengalaman seperti berkemah di atas awan ini sulit ditemukan di tempat lain.
Camping hingga Glamping
Ijen Sky Light menyediakan pilihan mulai dari camping ground biasa hingga glamping dengan tenda yang lebih nyaman. Opsi ini cocok untuk yang ingin healing tanpa perlu repot bawa peralatan sendiri, cukup datang dan nikmati suasana.
Fasilitas Lengkap dan Instagramable
Selain area camping, lokasi ini juga dilengkapi cafe, coffee space, dan berbagai spot foto estetik. Tempat ini menjadi persinggahan wajib sebelum atau sesudah petualangan ke Kawah Ijen, sekaligus surga bagi para pemburu konten.
3. Telunjuk Raung Camping Ground: Ketenangan di Lereng Gunung Raung
Buat pecinta suasana pegunungan yang lebih klasik, Camping Ground Telunjuk Raung di Kecamatan Songgon wajib masuk daftar. Lokasi ini menawarkan ketenangan yang jauh dari keramaian wisatawan.
View Ketinggian yang Luar Biasa
Berada di lereng Gunung Raung, area camping ini menawarkan pengalaman berkemah di ketinggian dengan pemandangan yang luar biasa. Kabut tebal yang kerap menyelimuti area di pagi hari menambah kesan magis dan dramatis.
Fasilitas yang Terkelola Baik
Area campingnya cukup luas dengan fasilitas dasar seperti toilet dan area parkir. Pengelolaan yang baik membuatmu tidak perlu khawatir soal kenyamanan selama berkemah di sini.
Udara Sejuk Cenderung Dingin
Karena lokasinya di dataran tinggi, suhu malam hari di Telunjuk Raung bisa cukup dingin. Pastikan untuk siapkan jaket tebal dan selimut sebelum berangkat agar tetap hangat sepanjang malam.
4. Kalisawah Adventure: Petualangan Lengkap di Tengah Hutan Pinus dan Sawah
Terletak di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Kalisawah Adventure menawarkan konsep wisata petualangan yang lebih lengkap di tengah alam pedesaan Banyuwangi. Tempat ini cocok untuk rombongan dengan berbagai aktivitas seru.
Camping di Tengah Hutan Pinus dan Sawah
Berada di kaki Gunung Raung, area ini dikelilingi perbukitan hijau, hutan pinus, sawah, serta aliran Sungai Badeng yang jernih. Suasana camping yang tenang dan asri ini menjadi pelepas penat yang sempurna dari hiruk-pikuk perkotaan.
Bukan Cuma Camping
Selain berkemah, wisatawan juga bisa mencoba aktivitas seru lain seperti rafting di Sungai Badeng, outbound, hingga paintball. Keberagaman aktivitas ini menjadikan Kalisawah Adventure cocok untuk kegiatan keluarga, sekolah, maupun gathering kantor.
Ramah untuk Rombongan
Dengan paket camping yang fleksibel dan fasilitas yang cukup lengkap, lokasi ini banyak dipilih untuk acara LDKS, study tour, hingga employee gathering perusahaan. Kapasitasnya yang besar mampu menampung rombongan dalam jumlah banyak.
Tips Camping di Banyuwangi
Agar pengalaman berkemahmu maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Siapkan jaket dan sleeping bag yang sesuai, karena keempat lokasi ini berada di dataran tinggi dengan suhu malam yang cukup dingin. Jangan sampai kedinginan merusak petualanganmu
-
Booking lebih awal terutama untuk glamping di Ijen Sky Light yang kapasitasnya terbatas. Tempat favorit cepat penuh, terutama di akhir pekan dan musim liburan
-
Bawa perlengkapan camping pribadi jika memilih opsi tenda biasa, meski beberapa lokasi juga menyediakan penyewaan alat. Pastikan peralatanmu dalam kondisi baik
-
Jaga kebersihan area camping dan pastikan tidak meninggalkan sampah setelah selesai berkemah. Lestarikan alam agar tetap indah untuk pengunjung selanjutnya
Waktu Terbaik Berkunjung
Musim kemarau antara April hingga Oktober menjadi waktu paling ideal untuk camping di keempat lokasi ini. Cuaca lebih stabil dan langit cenderung cerah untuk menikmati pemandangan pegunungan maupun momen sunrise. Pilihlah waktu yang tepat agar pengalaman berkemahmu benar-benar sempurna.
Dari camping di gerbang blue fire Kawah Ijen, nongkrong di atas awan ala Ijen Sky Light, ketenangan Telunjuk Raung, hingga petualangan lengkap di Kalisawah Adventure, keempat spot camping terbaik di Banyuwangi ini menawarkan pengalaman berkemah yang seru dan berkesan. Selamat berkemah di Bumi Blambangan!
by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Selain Kawah Ijen dan deretan pantainya, Banyuwangi juga menyimpan air terjun-air terjun cantik yang belum banyak terekspos wisatawan. Lokasinya yang tersembunyi di antara perkebunan dan hutan lindung justru membuat suasana di sekitarnya masih sangat asri dan tenang. Berikut adalah 3 rekomendasi air terjun tersembunyi di Banyuwangi yang cocok buat kamu yang ingin liburan dengan nuansa yang lebih sepi dan alami.
1. Air Terjun Jagir: Tiga Aliran Air dalam Satu Kawasan
Terletak di Dusun Kampung Anyar, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, air terjun ini jadi salah satu permata tersembunyi yang mulai banyak dicari wisatawan. Keunikannya sulit ditemukan di tempat lain.
Tiga Air Terjun dalam Satu Kawasan
Keunikan utama Jagir adalah adanya tiga air terjun dalam satu area. Dua di antaranya dikenal sebagai “air terjun kembar” yang letaknya berdampingan, sementara satu lagi berjarak sekitar 300 meter dengan ketinggian yang berbeda. Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Akses yang Ramah Wisatawan
Meski suasananya masih alami, jalur menuju Jagir tergolong mudah dan dekat dari akses jalan utama. Kemudahan ini menjadikannya cocok untuk keluarga maupun wisatawan yang baru pertama kali mencoba trekking ringan.
Spot Foto Favorit
Kombinasi dua aliran air yang berdampingan membuat Jagir jadi salah satu lokasi favorit untuk berfoto dengan latar alam yang masih hijau dan asri. Banyak pengunjung yang datang khusus untuk mengabadikan momen di sini.
2. Air Terjun Lider: Sensasi Trekking Menantang di Tengah Hutan Lindung
Buat wisatawan yang mencari sensasi trekking lebih menantang, Air Terjun Lider adalah jawabannya. Destinasi ini menawarkan pengalaman petualangan yang tak terlupakan bagi para pecinta alam.
Perjalanan yang Menantang
Untuk sampai ke lokasi, wisatawan perlu menyeberangi sungai sebanyak tujuh kali sekaligus menembus kawasan hutan lindung. Perjalanan yang cukup ekstrem ini menjadikannya salah satu air terjun paling tersembunyi di Banyuwangi.
Dikelilingi Tebing Batu Tinggi
Lokasinya yang diapit tebing berbatu tinggi menciptakan suasana dramatis sekaligus menegaskan kesan “hidden gem” yang belum banyak dijamah. Pemandangan ini terasa begitu autentik dan jauh dari keramaian.
Empat Air Terjun Kecil di Sekitarnya
Selain air terjun utama, kawasan ini juga memiliki empat air terjun kecil lain di sekitarnya. Keberagaman ini membuat area tersebut semakin menarik untuk dijelajahi bagi pecinta petualangan alam.
3. Air Terjun Kembar Arum: Kolam Alami Luas di Lereng Gunung Raung
Berada di lereng Gunung Raung, Kecamatan Songgon, air terjun ini menawarkan udara sejuk khas pegunungan yang menyegarkan. Suasana alamnya yang asri menjadi pelepas penat yang sempurna.
Lebih dari Satu Aliran Air
Sesuai namanya, Kembar Arum memiliki lebih dari satu aliran air terjun yang jatuh berdampingan. Pemandangan yang unik dan jarang ditemukan di tempat lain ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.
Kolam Alami yang Luas
Di bagian bawah air terjun terdapat kolam alami yang cukup luas dan tertata rapi. Wisatawan bisa langsung berenang menikmati kesegaran airnya yang jernih dan menyegarkan setelah seharian beraktivitas.
Suasana Sejuk Lereng Gunung Raung
Lokasinya yang berada di kaki Gunung Raung membuat suhu udara di sekitar area ini terasa lebih sejuk dibanding destinasi air terjun lain di dataran rendah. Kesejukan ini menambah kenyamanan saat menikmati keindahan alam.
Tips Berkunjung ke Air Terjun Tersembunyi
Karena berada di area yang belum sepenuhnya berkembang sebagai destinasi wisata utama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Gunakan alas kaki yang tidak licin karena medan menuju lokasi biasanya berbatu dan basah. Sepatu trekking atau sandal gunung sangat disarankan untuk keamanan
-
Datang saat musim kemarau atau setelah beberapa hari tidak hujan agar debit air tidak terlalu deras dan air lebih jernih. Kondisi ini juga membuat jalur trekking lebih aman
-
Bawa baju ganti, handuk, dan perlengkapan pribadi karena fasilitas di sekitar lokasi masih terbatas, terutama di Air Terjun Lider yang masih sangat alami
-
Gunakan jasa pemandu atau warga lokal, khususnya untuk jalur menuju Lider yang memerlukan penyeberangan sungai berkali-kali. Mereka tahu jalur teraman dan terbaik
Waktu Terbaik Berkunjung
Musim kemarau antara April hingga Oktober menjadi waktu paling ideal untuk mengunjungi ketiga air terjun ini. Jalur trekking lebih kering dan debit air lebih bersahabat untuk dinikmati. Pilihlah waktu yang tepat agar pengalaman petualanganmu benar-benar menyenangkan dan aman.
Ketiga air terjun ini membuktikan bahwa pesona Banyuwangi tidak berhenti di destinasi populer saja. Dari kemudahan akses Jagir, sensasi menantang Lider, hingga kesegaran kolam Kembar Arum, ketiga air terjun tersembunyi ini bisa jadi pilihan tepat buat kamu yang ingin merasakan sisi lain Banyuwangi yang lebih tenang dan alami. Selamat berpetualang!
by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Banyuwangi tidak hanya dikenal karena Kawah Ijen atau Pantai Pulau Merah, tetapi juga karena kekayaan budayanya yang berhasil menembus panggung internasional. Beberapa festival lokal bahkan disebut-sebut sejajar dengan perayaan budaya besar dunia. Berikut adalah 3 rekomendasi festival budaya Banyuwangi yang mendunia, yang membuat wisata Banyuwangi semakin lengkap dengan sisi budaya yang autentik.
1. Gandrung Sewu: Kolosal Budaya Terbesar di Indonesia
Festival ini menjadi salah satu ikon budaya paling ditunggu setiap tahunnya di Banyuwangi. Skala pertunjukannya yang luar biasa besar menjadikannya kebanggaan masyarakat setempat.
Ribuan Penari di Tepi Pantai
Gandrung Sewu menghadirkan ribuan penari Gandrung yang menari secara massal dan serentak di kawasan Pantai Boom. Skala pertunjukan yang begitu besar membuat festival ini sering disebut sebagai kolosal budaya terbesar di Indonesia, sebuah tontonan yang spektakuler.
Simbol Rasa Syukur
Tarian Gandrung sendiri awalnya merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat agraris atas hasil panen yang melimpah. Kini, tarian ini berkembang menjadi pertunjukan seni yang lebih luas, namun tetap mempertahankan esensi budayanya.
Daya Tarik Wisatawan Mancanegara
Kombinasi latar pantai, musik gamelan, dan gerakan tari yang serempak membuat festival ini rutin menarik perhatian fotografer dan wisatawan dari luar negeri. Momen ribuan penari bergerak bersama di tepi laut menciptakan pemandangan yang sulit dilupakan.
2. Banyuwangi Ethno Carnival (BEC): Karnaval Megah Berkelas Dunia
BEC kerap disandingkan dengan karnaval besar dunia seperti Rio Carnival karena konsepnya yang megah dan detail. Kualitas produksi yang tinggi membuatnya layak diperhitungkan di kancah internasional.
Kostum Terinspirasi Budaya Lokal
Setiap tahun, BEC mengangkat tema berbeda yang diadaptasi dari kekayaan budaya Banyuwangi maupun Nusantara. Tema-tema ini dituangkan dalam kostum-kostum besar dan detail yang dikenakan para peserta, menciptakan pertunjukan visual yang memukau.
Panggung Jalanan Sepanjang Kota
Karnaval ini digelar di sepanjang jalan protokol Banyuwangi, mengubah kota menjadi panggung terbuka yang bisa disaksikan langsung oleh warga dan wisatawan tanpa dipungut biaya. Suasana meriah menyelimuti seluruh sudut kota saat festival berlangsung.
Perhatian Media Internasional
Keunikan konsep dan kualitas produksi BEC membuat acara ini beberapa kali mendapat liputan media asing. Pemberitaan ini sekaligus mengangkat nama Banyuwangi di kancah pariwisata dunia, menarik perhatian wisatawan mancanegara untuk datang.
3. Kebo-keboan: Ritual Adat yang Sarat Makna
Berbeda dari dua festival sebelumnya, Kebo-keboan justru menonjolkan sisi ritual adat yang masih sangat kental. Festival ini menawarkan pengalaman budaya yang lebih intim dan spiritual.
Ritual Tolak Bala Masyarakat Osing
Festival ini merupakan ritual adat masyarakat Suku Osing yang digelar sebagai bentuk tolak bala dan permohonan kesuburan tanah menjelang musim tanam. Makna spiritual di balik setiap gerakan ritualnya sangat dalam dan sarat filosofi.
Warga yang “Menjelma” Jadi Kerbau
Sejumlah warga akan berdandan menyerupai kerbau lengkap dengan riasan tubuh, lalu berlari dan berguling di area persawahan. Prosesi ini menjadi bagian dari ritual yang dilakukan dengan penuh khidmat dan keyakinan oleh masyarakat setempat.
Daya Tarik Antropologis
Keunikan ritual ini menjadikannya bukan sekadar tontonan, melainkan juga objek kajian menarik bagi peneliti budaya dan wisatawan yang tertarik pada tradisi lokal yang masih otentik. Kebo-keboan adalah jendela untuk memahami kearifan lokal masyarakat Osing.
Tips Menyaksikan Festival Budaya Banyuwangi
Agar pengalamanmu maksimal saat menyaksikan festival-festival ini, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Cek jadwal resmi festival karena biasanya digelar tahunan pada bulan tertentu. Pastikan kamu datang di waktu yang tepat agar tidak melewatkan momen penting
-
Datang lebih awal untuk mendapatkan posisi menonton yang nyaman, terutama untuk event dengan penonton ramai seperti Gandrung Sewu dan BEC
-
Siapkan kamera dengan baterai penuh, karena setiap festival punya banyak momen visual yang sayang dilewatkan. Jangan sampai kehabisan daya di saat-saat terbaik
-
Hormati proses ritual, khususnya saat menyaksikan Kebo-keboan yang sarat nilai adat dan spiritual. Jaga sikap dan ikuti aturan yang berlaku
Waktu Terbaik Berkunjung
Sebagian besar festival budaya di Banyuwangi digelar pada musim kemarau, sekitar pertengahan tahun, bertepatan dengan rangkaian kalender wisata tahunan Banyuwangi Festival. Periode ini menjadi waktu yang pas untuk merencanakan kunjungan sambil menikmati pesona budaya dan alam Banyuwangi sekaligus.
Ketiga festival ini menunjukkan bahwa Banyuwangi bukan cuma soal keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang terus dijaga sekaligus dikemas modern. Dari kemegahan ribuan penari Gandrung, kreativitas kostum etnik BEC, hingga khidmatnya ritual Kebo-keboan, ketiga festival budaya yang mendunia ini menjadi bukti nyata bagaimana tradisi lokal bisa berbicara di panggung dunia. Selamat menikmati pesona budaya Bumi Blambangan!
by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Banyuwangi tidak cuma soal Kawah Ijen dan Pulau Merah. Di balik garis pantainya yang panjang, tersimpan kekayaan bawah laut yang tak kalah memukau. Buat kamu pecinta laut, berikut adalah 3 rekomendasi spot diving & snorkeling di Banyuwangi yang wajib masuk daftar liburan berikutnya.
1. Pulau Tabuhan: Laut Jernih Ala Karibia di Timur Jawa
Pulau kecil tak berpenghuni ini jadi favorit wisatawan yang ingin merasakan sensasi laut jernih ala Karibia. Keindahan bawah lautnya sudah terkenal di kalangan pencinta wisata bahari.
Air Laut yang Jernih
Pulau Tabuhan terkenal dengan air lautnya yang bening kehijauan. Pemandangan terumbu karang dan ikan-ikan kecil bisa terlihat jelas meski hanya snorkeling di permukaan, memberikan pengalaman visual yang memukau.
Cocok untuk Pemula
Ombak di sekitar pulau ini relatif tenang, membuatnya cocok untuk wisatawan yang baru pertama kali mencoba snorkeling maupun anak-anak yang ikut liburan keluarga. Keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama di sini.
Spot Windsurfing
Selain snorkeling, Pulau Tabuhan juga dikenal sebagai lokasi windsurfing karena anginnya yang cukup konsisten sepanjang tahun. Aktivitas ini menambah daya tarik pulau bagi para pecinta olahraga air.
2. Bangsring Underwater: Konservasi Laut yang Dikelola Masyarakat
Terletak di kawasan pesisir utara Banyuwangi, Bangsring Underwater merupakan kawasan konservasi laut yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Keberhasilan pelestariannya patut diapresiasi.
Konservasi Terumbu Karang
Kawasan ini dikenal karena upaya rehabilitasi terumbu karang menggunakan media buatan. Ekosistem bawah laut yang terus berkembang dari tahun ke tahun ini menjadi bukti nyata keberhasilan konservasi berbasis masyarakat.
Berenang Bersama Hiu
Salah satu daya tarik utama Bangsring Underwater adalah kolam apung tempat wisatawan bisa berenang berdampingan dengan hiu kecil dalam pengawasan yang aman. Pengalaman unik ini sulit ditemukan di destinasi wisata bahari lainnya.
Ramah untuk Keluarga
Fasilitas dermaga dan area snorkeling yang tertata membuat lokasi ini nyaman dikunjungi bersama keluarga, termasuk yang belum berpengalaman di air. Keamanan dan kenyamanan pengunjung selalu diperhatikan.
3. Pulau Menjangan: Dinding Karang Curam untuk Diver Berpengalaman
Meski secara administratif berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan biasa diakses lewat penyeberangan singkat dari Banyuwangi dan sering digabung dalam satu paket open trip. Keindahan bawah lautnya mendunia.
Dinding Karang Curam
Pulau ini terkenal di kalangan diver karena memiliki dinding karang (wall diving) yang curam dengan visibilitas air yang sangat baik sepanjang tahun. Pemandangan tebing karang bawah laut ini menciptakan sensasi diving yang tak terlupakan.
Beragam Biota Laut
Wisatawan bisa menjumpai berbagai jenis ikan karang, terumbu kipas raksasa, hingga kadang-kadang penyu yang berenang bebas di sekitar area diving. Keanekaragaman hayati lautnya sangat mengesankan.
Cocok untuk Diver Berpengalaman
Karena arus dan kedalamannya yang bervariasi, sebagian spot di Pulau Menjangan lebih cocok untuk diver yang sudah bersertifikat. Meski beberapa area dangkalnya tetap ramah untuk snorkeling, pengalaman menyelam di sini menantang adrenalin.
Tips Snorkeling dan Diving di Banyuwangi
Agar pengalaman menjelajah bawah laut lebih maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Gunakan alat snorkeling atau diving yang sesuai standar dan pastikan dalam kondisi baik sebelum digunakan. Keselamatan adalah hal yang paling utama saat beraktivitas di air
-
Perhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum menyeberang ke pulau kecil seperti Tabuhan atau Menjangan. Jangan memaksakan diri jika cuaca sedang buruk
-
Jangan menyentuh atau menginjak terumbu karang selama berada di air. Lindungi ekosistem bawah laut agar tetap lestari untuk generasi mendatang
-
Gunakan jasa pemandu atau operator lokal yang berpengalaman, terutama untuk lokasi diving seperti Menjangan yang membutuhkan keahlian khusus
Waktu Terbaik Berkunjung
Musim kemarau antara April hingga Oktober menjadi waktu terbaik untuk menikmati wisata bahari di Banyuwangi. Gelombang laut cenderung lebih tenang dan visibilitas air lebih jernih dibanding musim hujan. Pilihlah waktu yang tepat agar pengalaman menjelajah bawah lautmu benar-benar sempurna.
Ketiga spot ini membuktikan bahwa pesona Banyuwangi tidak berhenti di darat. Dari air jernih Pulau Tabuhan yang cocok untuk pemula, konservasi karang di Bangsring yang ramah keluarga, hingga dinding karang Menjangan yang menantang para diver berpengalaman, ketiga spot diving & snorkeling terbaik ini siap memberi pengalaman baru buat kamu yang ingin melihat sisi lain Banyuwangi dari bawah permukaan laut. Selamat menjelajah keindahan bawah laut Bumi Blambangan!
by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Menyaksikan matahari terbit selalu jadi momen yang sulit dilupakan, apalagi kalau lokasinya seindah Banyuwangi. Berkat bentang alamnya yang lengkap, mulai dari gunung, savana, hingga pantai, daerah ini punya banyak pilihan tempat untuk berburu sunrise. Berikut adalah 5 rekomendasi spot sunrise terbaik di Banyuwangi yang cocok buat kamu yang sedang merencanakan liburan ke Bumi Blambangan.
1. Kawah Ijen: Sunrise Dramatis di Atas Danau Toska
Kawah Ijen bukan cuma terkenal karena fenomena blue fire, tapi juga sunrise-nya yang dramatis. Perpaduan antara keindahan alam dan fenomena langka menjadikannya spot favorit para pencinta alam.
Kombinasi Danau Kawah dan Cahaya Pagi
Setelah puas melihat blue fire di dini hari, wisatawan biasanya menanti sunrise di bibir kawah. Sinar matahari pagi yang perlahan menyinari danau kawah berwarna toska menciptakan pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Momen ini terasa magis dan tak terlupakan.
Tips Berkunjung
Datang saat musim kemarau agar langit cerah dan siapkan jaket tebal karena suhu di puncak bisa sangat dingin menjelang pagi. Trekking menuju puncak membutuhkan fisik yang prima, namun hasilnya sebanding dengan perjuangan.
2. Savana Sadengan, Taman Nasional Baluran: Sunrise ala Afrika van Java
Baluran dikenal sebagai “Africa van Java” karena suasananya yang mirip savana Afrika. Spot ini menawarkan pengalaman berburu sunrise yang benar-benar berbeda dari destinasi lainnya.
Sunrise di Tengah Padang Rumput
Menyaksikan matahari terbit dari menara pandang Savana Sadengan memberi pengalaman berbeda. Siluet rusa dan banteng liar yang biasa terlihat merumput di kejauhan menambah kesan eksotis seperti berada di benua Afrika.
Waktu Terbaik
Datang sekitar pukul 5 pagi agar bisa menempati menara pandang sebelum matahari benar-benar muncul di ufuk timur. Posisi yang strategis akan membuat pengalamanmu semakin maksimal.
3. Pantai Pulau Merah: Sunrise Sepi di Ujung Selatan
Meski lebih populer untuk sunset, Pulau Merah juga menawarkan sunrise yang tak kalah menawan, terutama saat air laut sedang surut. Keindahan pagi di sini terasa lebih intim dan personal.
Suasana Pantai yang Masih Sepi
Datang pagi-pagi berarti kamu bisa menikmati pantai tanpa keramaian, sambil melihat nelayan lokal mulai beraktivitas menyiapkan perahu. Suasana pagi yang sunyi dan damai menjadi daya tarik tersendiri.
Spot Foto Favorit
Bukit kecil berwarna kemerahan di ujung pantai jadi latar foto favorit saat cahaya pagi mulai menyentuh permukaannya. Momen ini sangat direkomendasikan bagi para pemburu konten visual.
4. Teluk Hijau: Sunrise Eksklusif di Tengah Hutan Lindung
Tersembunyi di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Teluk Hijau menawarkan sunrise dengan nuansa yang lebih eksklusif. Destinasi ini cocok bagi yang mencari ketenangan dan keaslian alam.
Trekking Menuju Pantai
Untuk sampai di sini, wisatawan perlu trekking singkat melewati hutan. Perjalanan pagi yang dikelilingi pepohonan membuat suasana terasa lebih tenang dan alami, jauh dari keramaian wisatawan.
Air Laut Kehijauan yang Khas
Begitu matahari mulai naik, warna air laut yang kehijauan semakin terlihat jelas. Pemandangan ini memberi kesan magis pada pagi hari, seolah-olah alam sedang menampilkan pertunjukan terbaiknya.
5. Watu Dodol: Sunrise Praktis di Pinggir Jalan Raya
Berada di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Watu Dodol jadi pilihan praktis untuk melihat sunrise tanpa perlu perjalanan jauh. Aksesnya yang mudah menjadikannya favorit wisatawan yang terbatas waktu.
Pemandangan Selat Bali
Dari sini, matahari terbit terlihat perlahan muncul dari balik Selat Bali, lengkap dengan siluet kapal-kapal yang melintas. Kombinasi langit yang berubah warna dan aktivitas pelayaran menciptakan pemandangan yang dinamis.
Akses Mudah
Lokasinya yang berada di pinggir jalan raya membuat Watu Dodol cocok untuk wisatawan yang ingin berburu sunrise secara singkat sebelum melanjutkan perjalanan. Tanpa perlu trekking atau perjalanan jauh, kamu sudah bisa menikmati keindahan pagi di Banyuwangi.
Tips Berburu Sunrise di Banyuwangi
Agar momen sunrise-mu maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Cek prakiraan cuaca sebelum berangkat, terutama untuk spot yang butuh trekking atau pendakian. Langit cerah adalah kunci utama untuk mendapatkan sunrise yang sempurna
-
Datang lebih awal untuk mengamankan spot terbaik, terutama di lokasi populer seperti Kawah Ijen yang selalu ramai pengunjung
-
Bawa jaket dan senter untuk perjalanan dini hari, karena suhu pagi di dataran tinggi bisa sangat dingin dan jalur trekking masih gelap
-
Gunakan jasa pemandu lokal untuk lokasi yang medannya cukup menantang seperti Kawah Ijen dan Teluk Hijau, demi keselamatan dan kenyamanan
Waktu Terbaik Berburu Sunrise
Musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, adalah waktu paling ideal untuk berburu sunrise di Banyuwangi. Langit cenderung cerah dan minim kabut, sehingga momen matahari terbit terlihat lebih jelas di kelima spot ini. Pilihlah waktu yang tepat agar pengalamanmu benar-benar sempurna.
Setiap spot punya karakter dan cerita masing-masing, mulai dari nuansa vulkanik di Kawah Ijen, savana ala Afrika di Baluran, hingga ketenangan pantai tersembunyi di Teluk Hijau. Kombinasi ini membuat kelima spot sunrise terbaik di Banyuwangi ini wajib masuk dalam itinerary liburanmu berikutnya. Selamat berburu sunrise di Bumi Blambangan!
by Nabila Magang | 5 Aug 2026 | Artikel
Kawah Ijen selalu jadi nama pertama yang disebut ketika orang membicarakan wisata Banyuwangi. Bukan tanpa alasan, kawah ini menyimpan fenomena langka bernama blue fire atau api biru, yang konon cuma ada dua di dunia. Banyak wisatawan penasaran, apa sebenarnya rahasia di balik fenomena ini, dan kenapa fenomena ini begitu istimewa hingga rela mendaki tengah malam demi menyaksikannya.
Selain Kawah Ijen, fenomena serupa hanya bisa ditemui di kawasan vulkanik Dallol, Ethiopia, dan sebagian kecil area geotermal lain yang jarang bisa diakses wisatawan umum. Itulah yang membuat liburan ke Kawah Ijen terasa begitu spesial, karena kesempatan melihatnya secara langsung sangat terbatas.
Apa Sebenarnya Blue Fire Itu?
Banyak orang mengira blue fire adalah lava biru, padahal bukan. Fenomena ini sebenarnya lebih menarik dan unik dari sekadar aliran lava.
Bukan Lava, Tapi Gas Belerang
Blue fire terjadi karena gas belerang yang keluar dari celah kawah dengan suhu dan tekanan sangat tinggi, lalu terbakar begitu bersentuhan dengan oksigen di udara. Pembakaran gas inilah yang menghasilkan lidah api berwarna biru terang, bukan aliran lava seperti yang sering dibayangkan. Proses kimia ini menciptakan iluminasi biru yang memukau.
Hanya Terlihat di Malam Hari
Warna biru ini sebenarnya adalah nyala api sungguhan, hanya saja intensitasnya kalah terang dibanding sinar matahari. Karena itu, blue fire hanya bisa terlihat jelas saat kondisi gelap, biasanya dini hari sebelum matahari terbit. Inilah sebabnya pendakian dilakukan tengah malam.
Kenapa Fenomena Ini Sangat Langka?
Tidak semua gunung berapi punya kombinasi yang tepat untuk menghasilkan blue fire. Ada beberapa faktor geologis yang membuat fenomena ini begitu istimewa.
Kombinasi Suhu dan Tekanan Gas
Fenomena ini butuh gas belerang bertekanan tinggi yang keluar dalam jumlah besar dan suhu ekstrem. Kondisi ini jarang ditemukan di gunung berapi lain, menjadikannya sangat langka dan eksklusif.
Faktor Geologi yang Unik
Struktur kawah dan jalur keluarnya gas di Kawah Ijen terbentuk secara khusus sehingga memungkinkan gas belerang keluar dengan volume besar di titik-titik tertentu. Kondisi geologis yang sempurna ini menciptakan nyala api biru yang bisa disaksikan dari jarak dekat, sebuah anugerah alam yang tak ternilai.
Pengalaman Mendaki Menuju Blue Fire
Menyaksikan blue fire butuh perjuangan tersendiri. Perjalanan yang menantang justru menjadi bagian dari daya tarik pengalaman ini.
Pendakian Dini Hari
Wisatawan biasanya mulai mendaki sekitar pukul 1 dini hari agar bisa sampai di titik pengamatan sebelum blue fire meredup terkena cahaya matahari. Perjalanan dalam kegelapan menambah kesan petualangan yang mendebarkan.
Medan yang Menantang
Jalur menuju kawah cukup terjal dan berkabut asap belerang. Masker dan senter menjadi perlengkapan wajib selama perjalanan. Setiap langkah terasa berat, namun semangat untuk melihat fenomena langka ini selalu membara.
Sunrise di Kawah Ijen
Setelah puas melihat blue fire, wisatawan biasanya disuguhi pemandangan matahari terbit dan danau kawah berwarna toska yang tak kalah memukau. Dua keajaiban alam dalam satu perjalanan menjadikan pengalaman ini sangat istimewa.
Tips Aman Melihat Blue Fire
Agar pengalamanmu maksimal dan tetap aman, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Gunakan masker gas atau masker khusus untuk menahan bau belerang yang menyengat. Kualitas masker sangat menentukan kenyamananmu selama di puncak
-
Bawa jaket tebal karena suhu dini hari di kawah bisa sangat dingin hingga mencapai 5-10 derajat Celcius. Perlindungan dari udara dingin sangat penting
-
Gunakan sepatu trekking yang nyaman untuk medan berbatu dan licin. Sepatu yang tepat akan membuat perjalanan lebih aman dan nyaman
-
Ikuti arahan pemandu lokal, terutama saat arah angin membawa asap belerang ke jalur pendakian. Keselamatan adalah prioritas utama
-
Datang saat musim kemarau untuk visibilitas terbaik, karena langit yang cerah akan membuat blue fire terlihat lebih jelas dan tajam
Waktu Terbaik Berkunjung
Musim kemarau, sekitar bulan April hingga Oktober, menjadi waktu paling ideal untuk melihat blue fire. Pada periode ini, langit cenderung cerah dan asap belerang tidak terlalu tebal, sehingga nyala api biru terlihat lebih jelas dan tajam. Pilihlah waktu yang tepat agar pengalamanmu benar-benar sempurna.
Kenapa Wajib Masuk Bucket List?
Melihat blue fire bukan sekadar soal keindahan, tapi juga soal pengalaman langka yang tidak bisa ditemukan di banyak tempat lain di dunia. Bagi pecinta alam dan fotografi, momen ini jadi salah satu buruan utama saat berkunjung ke Banyuwangi.
Ditambah dengan pemandangan danau kawah asam terbesar di dunia dan proses penambangan belerang tradisional yang masih dilakukan penambang lokal, Kawah Ijen menawarkan cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar foto Instagramable. Dari perjuangan mendaki tengah malam, keajaiban api biru yang menyala di kegelapan, hingga hangatnya sunrise di ujung perjalanan, pengalaman ini adalah hadiah terbaik bagi mereka yang berani melangkah keluar dari zona nyaman. Selamat menyaksikan keajaiban alam yang hanya ada dua di dunia!
by Nabila Magang | 7 Jul 2026 | General
Paket F Destinasi Djawatan, Alas Purwo, G-land, Menjangan, Tabuhan, Baluran, Rafting Songgon, terakota
ITINERARY:
Hari Pertama
- 07:00 Penjemputan peserta di Bandara / Stasiun / Hotel sekitar Banyuwangi
- 07:30 Makan Pagi di restoran lokal
- 08.00 Berangkat menuju De Djawatan * explore De Djawatan
- 11.30 Makan siang
- 12.00 Berangkat mmenuju TN Alas Purwo
*explore TN Alas Purwo (Pura Gili Salaka, Savana Sadengan, Pantai Pancur, G-Land)
- 18.00 Makan malam
- 19.00 Check in dan free program
Hari kedua
- 07.00 Penjemputan peserta di Hotel/Penginapan
- 07.30 menuju Grand Watu Dodol
- 08.30 Briefing dan persiapan penyebrangan
*Explore Pulau Menjangan (snorkeling)
- 11.00 Makan siang (box)
- 12.00 Meninggalkan Pulau Menjangan dan menuju Pulau Tabuhan
*Explore Pulau Tabuhan
- 14.00 Meninggalkan Pulau Tabuhan dan kembali menuju Grand Watu Dodol
- 14.30 Tiba di Grand Watu Dodol
- 15.00 Berangkat menuju TN Baluran
*Explore TN Baluran
- 18.00 Makan malam
- 19.00 Menuju hotel/penginapan, free program
Hari ketiga
- 07.30 Penjemputan di Hote
- 08.00 Perjalanan menuju songgon Waterfall dan Rafting
- 08.30 Sampai di Songgon menikmati keindahan Alam Songgon dan Rafting Menyusuri Sungai
- 10.00 Menikmati suasana Alam Songgon
- 11.00 makan siang Lokal resto Songgon
- 13.30 Menuju Hutan Djawatan
- 14.30 Explore Hutan Djawatan yang usia nya Ratusan tahun
- 15.30 Kembali Ke Banyuwangi
- 16.00 Menikmati sore di Pantai Boom Banyuwangi
- 17.30 Makan Malam Lokal Resto
- 19.00 Kembali ke Hotel Free Program
Hari keempat
- 08.00 Breakfast dan Persiapan Checkout
- 08.30 Menuju Taman Gandrung Terakota spot foto
- 10.00 Kembali ke Banyuwangi kota menuju pusat oleh – oleh
- 11.00 Pusat Oleh-oleh
- 12.00 Makan Siang
- 12.30 Menuju Pendopo Sabha Swagata
- 13.00 Explore Pendopo Sabha Swagata
- 13.30 Transfer Out Bandara/Stasiun/Pelabuhan
- 14.00 Program Selesai drop Bandara
*itinerary bersifat flexibel sesuai dengan Kedatangan / Kepulangan tamu
Galeri :

- Alas Purwo

- G-land
- Menjangan

- Tabuhan

- Baluran

- Rafting Songgon
- terakota
Include :
- Transportasi AC selama tour
- (driver as Guide, bbm, Parkir)
- Tour guide
- Tiket destinasi
- Jeep G-Land
- Kapal penyebrangan
- Jaket pelampung
- Alat snorkeling
- Dokumentasi underwater
- Air mineral
- Makan sesuai program
- P3K
Exclude :
- Tiket Pesawat/kereta/etc
- Keperluan pribadi (tips Driver & guide, bar, dan belanja)
- Optional Tour Tambahan / Perubahan
- Travel insurance
- Gerobak Ijen
Harga Perorang Mulai Dari:
Akomodasi Avanza New (untuk Innova Reborn +89K / Pax)
- 2 pax: 6.375.000/orang
- 3 pax: 4.990.000/orang
- 4 pax: 4.305.000/orang
- 5 pax: 3.975.000/orang
- 6 pax: 3.830.000/orang
- 7 pax: 3.895.000/orang
- 8 pax: 3.780.000/orang
- 9 pax: 3.670.000/orang
- 10 pax: 3.585.000/orang
Peserta +10 Orang / Corporate trip / Group Tour bisa Chat Admin
Pilihan Hotel di Banyuwangi :
Hotel Mirah, Hotel Luminor, Hotel Illira, Hotel Aston, Hotel Santika, Hotel Ketapang Indah, Hotel Kokoon, Hotel El, dll
Grand Harvest Hotel & Resort, Lintang Luku tent Resort, Jiwa Jiwa Resort, Jawa Jiwa Resort Alas Purwo, Villa So long, Dialoog Hotel, dll
Additional :
- Drone + Pilot : 1.750.000/hari
- Fotographer : 850.000/hari
- Vidio Grafer : 1.200.000/Hari
- Trooper : IDR 850,000 / mobil / 3 jam
- Land Rover : IDR 1,300,000 / mobil / 3 jam
- VW Combi : IDR 1,450,000 / mobil / 3 jam
*Harga belum termasuk Ijin masuk
*Harga belum termasuk Peak season, High Season (charge 5-10%)
Ketentuan Pembayaran :
- DP Minimal 50% dari Jumlah Biaya Tour Sebagai Tanda Jadi.
- Pelunasan Maksimal H-1 Pelaksanaan Program Tour.
- Pembatalan Program H-5 sd H-1 Uang DP Hangus
- Bluefireindonesia.com berhak membatalkan trip dengan pertimbangan tertentu diluar kemampuan kami, misalnya faktor Alam, Pandemi dsbg nya diluar kemampuan kami dan DP akan kami kembalikan setelah Pemotongan pajak & Admin
- Peserta dianggap mengerti dan menyetujui segala ketentuan yang disebutkan di atas
- Harga paket & hotel tidak berlaku saat peak season Lebaran, Long Weekend, Natal, dan Tahun Baru (H-7 s/d H+7) Surcharge 20% – 25%
📣 More Info :
PT. Blue Fire Indonesia
Blue Fire Indonesia
Tlp/sms/WA : 0823 5950 2323
Instagram & TikTok : @bluefire.indonesia
Email : bfireindonesia@gmail.com
www.bluefireindonesia.com
🙏 Terima kasih, dan sampai jumpa di perjalanan berikutnya!
Paket Custom silahkan hubungi Admin dan request perjalanan dinas, gathering perusahaan, Arisan ibu”, individu maupun group kecil dan besar
by Nabila Magang | 7 Jul 2026 | General
Paket E Destinasi Green Island Djawatan Sukamade Teluk Hijau Pulau Merah Kawah Ijen Baluran
ITINERARY:
Hari Pertama
- 08.00 Penjemputan Mepo Bandara / Stasiun / Banyuwangi Kota
- 08.10 Start menuju Pantai Rajegwesi
- 10.00 Sampai di Sukamade mepo 2 prepare Sukamade by Jeep Tropper with Local Guide
- 11.00 Snack Box & rest before Sukamade
- 12.00 Start Explore Teluk Hijau
- 13.30 Explore Sukamade
- 15.00 Sampai di Guest House / Homestay Area Merubetiri (Free Program)
- 18.00 Makan Malam at Guest House (menu Lokal) karena tidak ada Lokal Resto di sekitar Taman Nasional Merubetiri
- 19.00 Repare hunting Turtle with Rangers Sukamade
- 20.30 Istirahat dan Free Program
*istirahat di penginapan
Hari kedua
- 05.30 Peserta di bangunkan untuk Kegiatan Lepas tukik di pantai
*Sarapan Pagi dan persiapan untuk check out dan menuju pantai Mustika
*Sampai di pantai pancer / musika, prepare & Briefing untuk menyebrang
- 09:15 Trekking menuju puncak kawasan Green Island.
- 09:30 Explore pantai virgin green island.
- 11:30 Menuju spot T pulau Bedil
- 12:00 Makan siang
- 13:30 Explore sekitaran pantai Pulau Bedil
- 14:30 kembali menuju Pantai Mustika. Dilanjutkan perjalanan menuju Pulau Merah *tidak menunggu sampai Sunset, menuju kota banyuwangi
- 16.00 Menuju Banyuwangi Kota
- 17:30 Makan malam local food
- 19.00 Check In Hotel dan Free Program istirahat
Hari ketiga
- 00.30 Meeting service di lobby hotel
- 01.00 Perjalanan menuju Paltuding (Post terakhir sebelum pendakian kepuncak gunung ijen)
- 01.30 Paltuding, briefing sebelum pendakian
- 02.00 Pendakian ke Destinasi puncak Gunung Ijen
- 03.30 Turun kekawah untuk lebih dekat dengan api biru (Blue fire)
*dengan ketentuan dan sesuai himbauan surat edaran PVMBG & BKSDA Prov Jatim Jarak aman 500M dr bibir kawah
- 04.00 Area api biru, foto session
- 04.30 Kembali kepuncak ijen
- 05.15 Puncak ijen, menikmati keindahan kawah ijen
- 06.00 Perjalan kembali kepaltuding
- 07.30 Paltuding, toilet break dan istirahat
- 08.00 Perjalanan kembali ke hotel
- 09.00 Hotel, sarapan di Hotel dan bersih diri
*free time dan istirahat
______________________________
estimasi pukul
*Penjemputan di Hotel dan menuju taman nasional Baluran
- 12.00 Makan siang terlebih dahulu
- 13.30 Explore Kawasan Taman Nasional Baluran, Padang Savana, Pantai Bama
- 15.00 Keluar dari Taman Nasional Baluran
- 16.30 Drop Off Hotel dan Trip Finish
*itinerary bersifat flexibel sesuai dengan Kedatangan / Kepulangan tamu
Hari keempat
- 08.00 Penjemputan di Hotel *Check out
- 08.30 Perjalanan menuju Pendopo Sabha Swagata Blambangan *Pendopo, berkeliling melihat keunikan arsitektur yang ada di area pendopo
- 09.30 MenujuBandara Blimbingsari Banyuwangi
- 10.00 Bandara Blimbingsari, trip selesai!
*itinerary bersifat flexibel sesuai dengan Kedatangan / Kepulangan tamu
Galeri :


- Sukamade Teluk Hijau
- Pulau Merah



Include :
- Private Transport (Driver / Guide, BBM, Parking fee)
- Tour Guide, Guide Snorkling, Rangers Rafting songgon
- Tiket Destinasi Wisata All
- Jeep 4Wd untuk Trip Merubetiri
- rangers Sukamade
- Dokumentasi Foto Vidio
- Air Mineral
- Makan Sesuai Program
- P3K
- Hotel 3 Malam (penginapan dan Hotel)
Exclude :
- Tiket Pesawat/kereta/etc
- Keperluan pribadi (tips Driver & guide, bar, dan belanja)
- Optional Tour Tambahan / Perubahan
- Travel insurance
- Gerobak Ijen
Harga Perorang Mulai Dari:
Akomodasi Avanza New (untuk Innova Reborn +89K / Pax)
- 2 pax: 6.275.000/orang
- 3 pax: 4.980.000/orang
- 4 pax: 4.205.000/orang
- 5 pax: 3.915.000/orang
- 6 pax: 3.800.000/orang
- 7 pax: 3.885.000/orang
- 8 pax: 3.760.000/orang
- 9 pax: 3.650.000/orang
- 10 pax: 3.575.000/orang
Peserta +10 Orang / Corporate trip / Group Tour bisa Chat Admin
Pilihan Hotel di Banyuwangi :
Hotel Mirah, Hotel Luminor, Hotel Illira, Hotel Aston, Hotel Santika, Hotel Ketapang Indah, Hotel Kokoon, Hotel El, dll
Grand Harvest Hotel & Resort, Lintang Luku tent Resort, Jiwa Jiwa Resort, Jawa Jiwa Resort Alas Purwo, Villa So long, Dialoog Hotel, dll
Additional :
- Drone + Pilot : 1.750.000/hari
- Fotographer : 850.000/hari
- Vidio Grafer : 1.200.000/Hari
- Trooper : IDR 850,000 / mobil / 3 jam
- Land Rover : IDR 1,300,000 / mobil / 3 jam
- VW Combi : IDR 1,450,000 / mobil / 3 jam
*Harga belum termasuk Ijin masuk
*Harga belum termasuk Peak season, High Season (charge 5-10%)
Ketentuan Pembayaran :
- DP Minimal 50% dari Jumlah Biaya Tour Sebagai Tanda Jadi.
- Pelunasan Maksimal H-1 Pelaksanaan Program Tour.
- Pembatalan Program H-5 sd H-1 Uang DP Hangus
- Bluefireindonesia.com berhak membatalkan trip dengan pertimbangan tertentu diluar kemampuan kami, misalnya faktor Alam, Pandemi dsbg nya diluar kemampuan kami dan DP akan kami kembalikan setelah Pemotongan pajak & Admin
- Peserta dianggap mengerti dan menyetujui segala ketentuan yang disebutkan di atas
- Harga paket & hotel tidak berlaku saat peak season Lebaran, Long Weekend, Natal, dan Tahun Baru (H-7 s/d H+7) Surcharge 20% – 25%
📣 More Info :
PT. Blue Fire Indonesia
Blue Fire Indonesia
Tlp/sms/WA : 0823 5950 2323
Instagram & TikTok : @bluefire.indonesia
Email : bfireindonesia@gmail.com
www.bluefireindonesia.com
🙏 Terima kasih, dan sampai jumpa di perjalanan berikutnya!
Paket Custom silahkan hubungi Admin dan request perjalanan dinas, gathering perusahaan, Arisan ibu”, individu maupun group kecil dan besar
by Nabila Magang | 7 Jul 2026 | General
Paket D Destinasi Green Island Djawatan Menjangan Tabuhan Ijen Baluran City Tour
ITINERARY:
Hari Pertama
- 08:00 Penjemputan di Bandara / Stasiun / Hotel oleh crew blue fire Indonesia
- 08.15 Penataan bagasi dan persiapan menuju Pantai Mustika *Sampai di pantai pancer / musika, prepare & Briefing untuk menyebrang
- 09:15 Trekking menuju puncak kawasan Green Island.
- 09:30 Explore pantai virgin green island.
- 11:30 Menuju spot T pulau Bedil
- 12:00 Makan siang
- 13:30 Explore sekitaran pantai Pulau Bedil
- 14:30 kembali menuju Pantai Mustika. Dilanjutkan perjalanan menuju Pulau Merah *tidak menunggu sampai Sunset, menuju kota banyuwangi
- 16.00 Menuju Banyuwangi Kota
- 17:30 Makan malam local food
- 20:00 Check In Hotel & Free Program
Hari kedua
*penjemputan Tamu di Hotel, bisa Check out / Extend / Change Hotel
*menuju GWD meeting point untuk kegiatan snorkeling
- 08:15 Briefing dan persiapan penyeberangan
- 08:30 Menyeberang kepulau Menjangan
- 09:30 Sampai di pulau Menjangan
- 10:00 Snorkeling di Spot Terbaik di Menjangan
- 12:00 Makan siang Box
- 13:00 Jelajah pulau / Snorkeling sesi 2 (Post I)
- 14:00 Meninggalkan pulau Menjangan, menuju pulauTabuhan
- 15:00 Sampai di pulauTabuhan
- 15:30 Snorkeling / Jelajah pulau Tabuhan
- 16:30 Meninggalkan pulauTabuhan
- 18.00 Makan malam local resto
- 20.00 Kembali ke Hotel dan Free Program
Hari ketiga
- 00.30 Meeting service di lobby hotel
- 01.00 Perjalanan menuju Paltuding (Post terakhir sebelum pendakian kepuncak gunung ijen)
- 01.30 Paltuding, briefing sebelum pendakian
- 02.00 Pendakian ke Destinasi puncak Gunung Ijen
- 03.30 Turun kekawah untuk lebih dekat dengan api biru (Blue fire) *dengan ketentuan dan sesuai himbauan surat edaran PVMBG & BKSDA Prov Jatim Jarak aman 500M dr bibir kawah
- 04.00 Area api biru, foto session
- 04.30 Kembali kepuncak ijen
- 05.15 Puncak ijen, menikmati keindahan kawah ijen
- 06.00 Perjalan kembali kepaltuding
- 07.30 Paltuding, toilet break dan istirahat
- 08.00 Perjalanan kembali ke hotel
- 09.00 Hotel, sarapan di Hotel dan bersih diri
*free time dan istirahat
______________________________
estimasi pukul
*Penjemputan di Hotel dan menuju taman nasional Baluran
- 12.00 Makan siang terlebih dahulu
- 13.30 Explore Kawasan Taman Nasional Baluran, Padang Savana, Pantai Bama
- 15.00 Keluar dari Taman Nasional Baluran
- 16.30 Drop Off Hotel dan Trip Finish
*itinerary bersifat flexibel sesuai dengan Kedatangan / Kepulangan tamu
Hari keempat
- 08.00 Penjemputan di Hotel *Check out
- 08.30 Perjalanan menuju Pendopo Sabha Swagata Blambangan *Pendopo, berkeliling melihat keunikan arsitektur yang ada di area pendopo
- 09.30 MenujuBandara Blimbingsari Banyuwangi
- 10.00 Bandara Blimbingsari, trip selesai!
*itinerary bersifat flexibel sesuai dengan Kedatangan / Kepulangan tamu
Galeri :
- Green Island

- Djawatan


- Tabuhan

- Ijen


Include :
- Private Transport (Driver / Guide, BBM, Parking fee)
- Tour Guide, Guide Snorkling, Rangers Rafting songgon
- Tiket Destinasi Wisata All
- Boat Penyeberangan
- Alat Snorkeling & Alat Rafting
- Dokumentasi Underwater & Dokumentasi (foto Video untuk Group Tour)
- Air Mineral
- Makan Sesuai Program
- P3K
- Hotel 3 Malam
Exclude :
- Tiket Pesawat/kereta/etc
- Keperluan pribadi (tips Driver & guide, bar, dan belanja)
- Optional Tour Tambahan / Perubahan
- Travel insurance
- Gerobak Ijen
Harga Perorang Mulai Dari:
Akomodasi Avanza New (untuk Innova Reborn +89K / Pax)
- 2 pax: 5.975.000/orang
- 3 pax: 4.540.000/orang
- 4 pax: 3.905.000/orang
- 5 pax: 3.615.000/orang
- 6 pax: 3.600.000/orang
- 7 pax: 3.595.000/orang
- 8 pax: 3.460.000/orang
- 9 pax: 3.350.000/orang
- 10 pax: 3.275.000/orang
Peserta +10 Orang / Corporate trip / Group Tour bisa Chat Admin
Pilihan Hotel di Banyuwangi :
Hotel Mirah, Hotel Luminor, Hotel Illira, Hotel Aston, Hotel Santika, Hotel Ketapang Indah, Hotel Kokoon, Hotel El, dll
Grand Harvest Hotel & Resort, Lintang Luku tent Resort, Jiwa Jiwa Resort, Jawa Jiwa Resort Alas Purwo, Villa So long, Dialoog Hotel, dll
Additional :
- Drone + Pilot : 1.750.000/hari
- Fotographer : 850.000/hari
- Vidio Grafer : 1.200.000/Hari
- Trooper : IDR 850,000 / mobil / 3 jam
- Land Rover : IDR 1,300,000 / mobil / 3 jam
- VW Combi : IDR 1,450,000 / mobil / 3 jam
*Harga belum termasuk Ijin masuk
*Harga belum termasuk Peak season, High Season (charge 5-10%)
Ketentuan Pembayaran :
- DP Minimal 50% dari Jumlah Biaya Tour Sebagai Tanda Jadi.
- Pelunasan Maksimal H-1 Pelaksanaan Program Tour.
- Pembatalan Program H-5 sd H-1 Uang DP Hangus
- Bluefireindonesia.com berhak membatalkan trip dengan pertimbangan tertentu diluar kemampuan kami, misalnya faktor Alam, Pandemi dsbg nya diluar kemampuan kami dan DP akan kami kembalikan setelah Pemotongan pajak & Admin
- Peserta dianggap mengerti dan menyetujui segala ketentuan yang disebutkan di atas
- Harga paket & hotel tidak berlaku saat peak season Lebaran, Long Weekend, Natal, dan Tahun Baru (H-7 s/d H+7) Surcharge 20% – 25%
📣 More Info :
PT. Blue Fire Indonesia
Blue Fire Indonesia
Tlp/sms/WA : 0823 5950 2323
Instagram & TikTok : @bluefire.indonesia
Email : bfireindonesia@gmail.com
www.bluefireindonesia.com
🙏 Terima kasih, dan sampai jumpa di perjalanan berikutnya!
Paket Custom silahkan hubungi Admin dan request perjalanan dinas, gathering perusahaan, Arisan ibu”, individu maupun group kecil dan besar